5 Strategi Mengajar Dengan Humor & Manfaatnya

https://ppkn.guruindonesia.id/
5 Strategi Mengajar Dengan Humor & Manfaatnya
ppkn.guruindonesia.id - Apa kabar Rekan Guru Indonesia, Semoga selalu dalam keadaan sehat dan semoga panjang Umur. Dunia pendidikan telah berkembang pesat seiring dengan perubahan zaman, pendidikan modern yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas tekhnologi yang serba canggih dan strategi (metode) pembelajaran di ruang kelas juga semakin bervariasi. Namun seiring dengan berkembangnya dunia pendidikan, sang pendidik biasanya hanya fokus pada materi pelajaran yang harus dikejar dan fokus terhadap srategi pembelajaran yang terkadang membuat murid menjadi bosan di ruang kelas.

Dengan berkembangnya dunia pendidikan namun ada satu hal yang ditinggalkan dari pendidik ketika berlangsungnya belajar mengajar diruang kelas yaitu strategi mengajar dengan humor. Srategi dengan humor ini terkadang dilupakan oleh sang pendidik sehingga murid merasa bosan di ruang kelas. Bosan adalah penyakit yang amat berbahaya, termasuk dalam pembelajaran. Jika penyakit bosan menyerang seseorang, maka ia menderita luar biasa. Orang yang diserang penyakit bosan sebagian besar organ tubuhnya menjadi tidak produktif. Bahkan, otakpun tidak akan mau diajak kompromi untuk berpikir dan memproses informasi. Begitu bahayanya penyakit bosan ini menyerang siswa di ruang kelas oleh karena itu guru harus mengusir rasa bosan itu dengan strategi humor yang bisa menyembuhkan penyakit bosan itu.

Rasa humor (sense of humor) dapat diartikan sebagai kecenderungan respons kognitif individu untuk membangkitkan tertawa, senyuman, dan kegembiraan. Para ahli medis dan psikologi sepakat bahwa rasa humor merupakan aset berharga dan amat penting untuk kesehatan dan kebahagiaan hidup, yang bisa dimiliki oleh setiap individu normal.

Secara medis, rasa humor dapat membantu mengatasi rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan bahkan dapat memperpanjang usia. Secara sosio-psikologis, rasa humor dapat membantu mengurangi stress dan kecemasan, mempermudah interaksi sosial, dan dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih baik di tengah-tengah situasi yang sulit. Mitchell Ditkoff menyebutkan bahwa humor merupakan salah satu ciri orang inovatif. Sementara, James C. Coleman mengatakan bahwa membangkitkan rasa humor merupakan salah satu cara untuk memelihara emosi yang konstruktif.

Bagi guru, memiliki rasa humor merupakan modal personal yang sangat berharga sekaligus dapat menjadi daya pikat tersendiri di mata siswanya. Rasa humor guru sangat berguna dalam upaya menciptakan iklim kelas dan pengembangan proses pembelajaran yang lebih sehat dan menyenangkan. Bahkan, Melissa Kelly menyebutkan bahwa rasa humor merupakan salah satu kunci untuk menjadi guru yang sukses. Menurut Melissa, rasa humor guru dapat meredakan ketegangan suasana dan dapat mencegah timbulnya perilaku disruptif siswa di kelas, serta bisa dijadikan sebagai cara untuk menarik perhatian siswa di kelas. Dan yang paling penting, dengan rasa humor yang dimilikinya, seorang guru akan menunjukkan bahwa dia adalah sosok orang yang memiliki kepribadian dan mental yang sehat, dapat menikmati hidup, serta mampu menjalani kehidupan kariernya secara wajar tanpa stress. 

Dalam praktiknya, mengembangkan rasa humor di kelas tidak bisa dilakukan secara serampangan tetapi memerlukan cara dan kiat tersendiri.Ternyata rasa humor di ruang kelas lebih efektif dalam belajar-mengajar, di satu sisi materi pelajaran cepat ditangkap oleh murid dan di satu sisi yang lain murid tidak bosan di ruang kelas. Sebagaimana Cooper dan Sawat (1999) menyatakan bahwa humor seorang guru mendorong anak-anak untuk selalu ceria dan gembira serta tidak akan lekas merasa bosan atau lelah. Kemudia staton (1978) juga mendukung pendapat tersebut bahwa cerita yang dianggap penting atau kecakapan mempergunakan kesempatan yang tepat untuk menyisipkan humor secara bijaksana sepanjang pemberian pelajaran, akan mendorong siswa untuk tidak bosan-bosannya mengikuti pelajaran tersebut.

Berikut 5 Strategi mengajar dengan humor tidak terkesan serampangan/terkesan gak nyambung.
  1. Hubungkan dengan materi yang sedang diajarkan. Mungkin ini ide yang paling sulit untuk diterapkan karena tidak semua materi yang kita ajarkan kepada siswa bisa disisipi humor,– khususnya bagi Anda yang kurang terbiasa berartikulasi. Tetapi jika Anda mampu melakukannya, maka humor yang dikoneksikan dengan materi pelajaran bisa diyakini sebagai bentuk reinforcement yang dapat membantu siswa untuk mencerna dan menyimpan informasi secara lebih baik dalam sistem memori jangka panjangnya.
  2. Gunakan video atau gambar yang relevan. Untuk ide yang kedua ini, mungkin tidak sesulit ide yang pertama. Cukup dengan menggunakan jasa Eyang Google atau mesin pencari lainnya, Anda bisa mencari dan menemukan aneka video dan gambar yang dibutuhkan untuk kepentingan pengembangan rasa humor di kelas. Konten video atau gambar tidak harus persis identik dengan materi yang akan diajarkan, yang penting bisa dicari kaitannya (dihubung-hubungkan). Selanjutnya, sajikanlah video atau gambar tersebut di kelas secara atraktif. Usahakan setelah usai penayangan, mintalah kepada siswa untuk merefleksi tayangan tersebut, dikaitkan dengan materi yang sedang diajarkan.
  3. Lakukan pada waktu dan situasi yang tepat. Mengembangkan rasa humor tidak harus dilakukan sepanjang waktu pelajaran, karena Anda tidak sedang melawak di kelas. Sajikan rasa humor Anda ketika siswa Anda membutuhkannya. Misalnya, ketika siswa mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan atau ribut di kelas. Usahakan jangan mengulang topik humor yang sama pada kelas yang sama, Jika Anda mengulanginya, bukan kegembiraan siswa yang akan didapat tetapi malah mungkin menjadi sesuatu yang membosankan dan menyebalkan.
  4. Sampaikan secara etis dan tidak melecehkan siswa. Interaksi antara guru dengan siswa adalah interaksi pendidikan. Oleh karena itu, ketika Anda hendak menyampaikan humor di kelas harus tetap dalam bingkai pendidikan, baik dari segi konten maupun cara penyampaiannya. Hindari humor jorok dan berbau SARA, serta hindari bentuk humor yang dapat melukai harga diri seseorang, khususnya siswa, sekalipun humor itu sangat lucu dan dapat mengundang sebagian besar orang untuk tertawa dan bergembira.
  5. Mudah dipahami dan sesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Seorang guru berusaha mengembangkan humor tertentu di kelas, yang menurut dia humor itu sangat lucu, tetapi ternyata reaksi dari siswa malah datar-datar saja. Sangat mungkin hal ini disebabkan oleh konten humor yang terlalu tinggi sehingga sulit dicerna oleh pikiran siswa. Oleh karena itu, pilihlah secara jeli konten humor yang sesuai dengan daya tangkap siswa dan tingkat perkembangan siswa.

Lima Manfaat Humor
Dalam buku “Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Humor”; karangan Darmansayah, S.T.,M.Pd. Darmansyah (2002), melakukan penelitian tentang bagaimana persepsi siswa terhadap guru yang menyisipkan humor dalam pembelajaran. Hasilnya mengungkapkan bahwa guru yang mereka senangi itu adalah guru yang memiliki sense of humor tinggi. Temuan penelitian ini tentunya berimplikasi terhadap proses pembelajaran, baik ditinjau dari sisi guru maupun dari siswa sendiri. Artinya, guru harus memerhatikan betul apa yang disenangi siswa dalam pembelajaran dan siswa akan mendapatkan keuntungan jika faktor-faktor yang berhubungan langsung dengan kualitas interaksi guru dapat saling terpenuhi di antara keduanya.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut terungkap bahwa humor diperlukan dalam pembelajaran. Siswa menyenangi humor, karena dapat membantu mencairkan suasana dalam kelas yang terkadang harus mereka alami dalam waktu yang relatif lama dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
  1. Humor sebagai pemikat perhatian siswa. Sisipan humor yang tepat dari seorang guru, dapat lebih mengarahkan fokus siswa terhadap materi pelajaran.
  2. Humor membantu mengurangi kebosanan dalam belajar. Menurut hasil penelitian humor ini dapat menghilangkan kebosanan dalam pelajaran.
  3. Humor membantu mencairkan ketegangan di dalam kelas. Menurut pendapat pakar bahwa seorang guru yang humoris dapat masuk ke dalam semua situasi batin siswa. Sehingga memungkinkan seorang guru dapat berimprovisasi dengan humor. Guru dapat memecahkan suasana tegang itu dengan memunculkan humor pada saat memungkinkan.
  4. Humor membantu mengatasi kelelahan fisik dan mental dalam belajar.
  5. Humor untuk memudahkan komunikasi dan interaksi.
Begitu pentingnya strategi humor ini dalam belajar mengajar sehingga siswa tidak merasa bosan menerima materi-materi pelajaran didalam kelas, semoga guru-guru di Indonesia, khususnya di Aceh ini menerapkan strategi humor ini ketika mengajar karena guru yang humoris lebih disukai oleh siswa dari pada guru yang pintar tapi membosankan di dalam kelas.

Terima kasih sudah berkenan membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan membantu. Mohon komentar dan masukannya untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

0 Response to "5 Strategi Mengajar Dengan Humor & Manfaatnya"

Post a Comment

Silahkan beri komentar yang relevan dan membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel