Cara Meningkatkan Gairah Belajar Siswa

https://ppkn.guruindonesia.id/2019/03/bingung-mengatasi-anak-yang-kecanduan.html
Cara Meningkatkan Gairah Belajar Siswa
ppkn.guruindonesia.id - Sebuah fenomena kenyataan ramalan Alvin Toffler tentang arus gelombang ketiga dalam kehidupan, Dunia informasi ini sekarang di kenal dengan dunia maya. Akhir-akhir ini, tidak sedikit orang tua, atau guru-guru sendiri menyaksikan pola perilaku siswa siswi yang betah memandang monitor untuk menjelajah dunia berjam-jam.

Sejalan dengan dunia maya itu, ada sebuah tantangan guru atau sekolah yang kalah dalam menggairahkan semangat belajar di kelas jika dibandingkan siswa-siwsi sendiri dalam mencari informasi atau ilmu pengetahuan. Inilah sebuah masalah jika tidak dipikirkan secara pedagogis oleh guru atau sekolah.

Dalam era informasi, semua serba tersedia seperti warung puja sera. Dengan hadirnya teknologi internet, siapa pun bisa menjelajah dunia tanpa batas. Ini termasuk pencarian informasi terkait dengan ilmu pengetahuam. Ini merupakan sebuah tantangan bagi guru di mana saja dalam usaha menggairahkan semangat belajar di kelas. Bagimana siswa-siswinya juga betah dengan “barang dagangannya” di kelas.

Bayangkan saja, jika kita amati, seorang siswa bisa memelototi layar monitor menjelajah berbagai informasi dengan media internet. Bisa membuka google, yahoo, youtube, dan sarana komunikasi maya lainnya. Apa lagi dengan hadirnya media jejaring sosial, misalnya facebook, twitter, linkedln, dan lain-lain.

Semua media itu sangat membantu, alias memberikan fasilitas. Dalam dunia pendidikan, media tersebut benar-benar memfasilitasi semua orang. Dengan media informasi internet, semua siswa dan mahasiswa bisa memeroleh informasi yang diinginkan. Cara pencariannya benar-benar membuat mereka bergairah.

Itulah sebuah fenomena yang sekaligus menjadi tantangan seorang guru. Bagaimana sisasat guru dalam mengembangkan kepiawaiannya dengan ilmu pedagogis mereka agar siswa-siswwnya bisa bergairah dalam belajar di dalam kelas seperti ketika anak didik mereka menjelajah informasi di internet.

Akan menajdi masalah jika inovasi mengajar guru hanya terpanah pada alat tulis di meja dan papan tulis serta penghapus. Media ini jelas sudah sangat tradisional dan lebih membosankan dibanding dengan media youtube, google, yahoo, dan sejenisnya. Terus terang saja, bisa terjadi manakala seorang guru hanya menggunakan satu referensi saja. Kemudian, siswa-siswinya sudah menjelajah dunia maya dengan berbagai informasi yang lebih up-to-date daripada materi yang disajikan gurunya.

Dari sini, bisa ditebak apa yang terjadi dengan proses pendidikan dan pengajaran di kelas. Siswa siswi cenderung jenuh dan kurang bergairah. Ini disebabkan adanya lebih cepatnya informasi yang sudah diperoleh anak didik dengan berbagai informasi dan warna warni. Namun, apa yang disajikan oleh guru di kelas bisa terjadi sebaliknya. Kurang memberi gairah semangat belajar siswa.


Beberapa waktu silam, marak program pembagian laptop untuk guru. Namun, tidak sedikit proyek ini akhirnya banyak disoroti oleh publik terkait dengan tender dan pemanfaatanya. Sebenarnya, program lap top untuk guru ditujukan untuk mengimbangi kejenuhan proses belajar mengajar.

Dengan program lap top untuk guru, bisa diprogramkan juga penguasaan dunia maya oleh guru. Ini sebenarnya bisa memberikan solusi bagi guru agar mereka bisa memberikan variasi materi yang lebih menggairahkan siswa-siswinya. Sebuah tantangan bagi guru saat ini adalah bagimana bisa memberikan gairah lebih daripada anak didiknya menjelajah dunia maya.

Dalam ilmu pendidikan, kemampuan pedagogis merupakan salah satu dari empat kemampuan yang dimiliki. Salah satu unsur yang menonjol dalam ilmu pedagogis adalah memberi semangat atau motivasi belajar pada anak didik. Namun, tantangannya sekarang sudah memberi pengaruh besar pada tuntutan kemampuan guru.

Tuntutan itu sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi dengan adanya masyarakat maya. Dalam masyarakat maya, siapa pun bisa menggapai segala informasi dengan mudah terkait dengan materi ajar yang diajarkan guru di kelas. Ini bisa diakui oleh siapa saja, bahwa tantangan baru yang berat adalah strategi guru mengajar untuk bisa lebih bergairah dibanding dengan siswa ketika menjelajah dunia maya.


Solusi itu adalah dibutuhkan adaptasi guru untuk mengubah perilaku gemar juga menjelajah dunia maya. Di samping itu, dibutuhkan pula pendalaman kemampuan pedagogis agar apa yang disampaikan di kelas menjadi lebih menarik. Dengan demikian, kondisi proses belajar mengajar (PBM) di kelas bisa menajdi daya magnet yang lebih daripada penjelajahan dunia maya.

Namun, apa pun yang dilakukan di kelas oleh guru, masih menjadi tantangan berat karena keberadaan dunia maya melalui media inetrnet, jelas mengubah perilaku dan gaya hidup anak remaja usia sekolah. 

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat. Berikah komentar dan masukan yang membangun

0 Response to "Cara Meningkatkan Gairah Belajar Siswa"

Post a Comment

Silahkan beri komentar yang relevan dan membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel