Mengapa Siswa Malas Belajar? Inilah beberapa Penyebab Beserta Solusinya!

https://ppkn.guruindonesia.id/
Mengapa Siswa Malas Belajar? Inilah beberapa Penyebab Beserta Solusinya!
ppkn.guruindonesia.id - Apa Kabar Guru Indonesia??? salam hangat untuk kita semua, semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Aamiin.

Pada Kesempatan ini penulis akan sharing artikel yang bermanfaat : Mengapa Siswa Malas Belajar? Inilah beberapa Penyebab Beserta Solusinya!

Bagaimana cara mengatasi siswa yang malas belajar? Mungkin pertanyaan seperti ini pernah di lontarkan, bahkan sering hinggap di pikiran Bapak/Ibu Guru. Sebelum mencari solusi, ada baiknya cari tahu dulu apa penyebabnya. Kalau penyebabnya sudah ditemukan, tentu solusi juga akan didapat

“Bergiat ketika kamu sedang malas, adalah ujian sejati terhadap karaktermu.” – Stephen Covey"

1. Beban Sekolah 
https://ppkn.guruindonesia.id/
https://ppkn.guruindonesia.id/
Bayangkan saja kalau dalam sehari siswa dihadapkan lebih dari 5 mata pelajaran berbeda. Belum lagi kalau setiap mata pelajaran memberikan tugas dan ujian, tentu akan sangat melelahkan. Hal ini dapat memicu turunnya motivasi belajar siswa. Solusinya, coba pertimbangkan baik-baik sebelum memberikan tugas ke siswa. Buatlah tugas yang inovatif untuk siswa sehingga mampu berpikir kritis dan kreatif. Tujuan utama tugas adalah melatih kemampuan siswa, bukan menambah beban siswa. Kalau sampai terlalu banyak beban, siswa akan letih, jenuh, dan bisa mempengaruhi kondisi kesehatannya. Bapak/Ibu tidak ingin hal tersebut terjadi kan?

2. Cara Mengajar 
https://ppkn.guruindonesia.id/
https://ppkn.guruindonesia.id/
Coba evaluasi ulang, bagaimana dengan cara pengajaran yang Bapak/Ibu terapkan selama ini kepada siswa. Apa sudah sesuai atau belum. Jangan bosan untuk mengkaji ulang apa yang harus diperbaharui dan diperbaiki.

3. Minat 
Malas juga bisa dipicu karena siswa kurang suka pada beberapa mata pelajaran tertentu. Nah, di sinilah peran Bapak/Ibu untuk mengarahkan siswa untuk mengetahui minat dan bakatnya. Jika menonjol pada bidang tertentu, dukung dan terus beri motivasi agar siswa lebih percaya diri mengembangkan dirinya. Untuk hal ini, wajib hukumnya untuk berpikiran terbuka ya. Ingat, tidak semua siswa berminat pada mata pelajaran akademis lho. Namun, jangan lupa didukung dengan mata pelajaran yang kurang disukai. Semangati dengan “Coba dulu, perlahan pasti bisa.”

4. Masalah Pribadi 

https://ppkn.guruindonesia.id/
https://ppkn.guruindonesia.id/
Jangan pernah bosan untuk mengenali siswa secara personal. Karakter siswa terbentuk pertama kali sejak dari rumah. Jika siswa malas, maka perlu ditelusuri apakah ada masalah tertentu yang mengakibatkan siswa berperilaku demikian. Misalnya masalah atau tekanan dari orangtua dan saudara kandung. Orang di rumah harus mempunyai komunikasi yang terjalin baik dengan siswa. Selain itu, perhatian antar keluarga juga turut berpengaruh pada perkembangan karakter. Kalau dikelilingi orang-orang inspiratif dan rajin, siswa pun akan ikut terbawa arus positif, begitu juga sebaliknya.

5. Tidak ada yang jadi Panutan 
Guru profesional adalah guru yang bisa menjadi contoh bagi siswanya. Nah, siswa tentu butuh panutan agar ia termotivasi. Pancing siswa agar menceritakan siapa tokoh idolanya. Jika siswa bingung, maka Bapak/Ibu guru bisa coba mengenalkan dengan tokoh-tokoh inspiratif yang akan memacu motivasi belajar mereka.

Bapak/Ibu harus memberi pengarahan serta kesadaran bahwa rajin itu hal positif yang harus dijadikan kebiasaan. Cara paling ampuh untuk mengembangkan potensi diri adalah belajar. Tidak hanya teori, namun dibarengi dengan praktik karena merupakan kebutuhan setiap manusia. Coba beri motivasi dengan mengatakan “Lihat anak-anak di jalanan sana. Mereka ingin belajar seperti kalian, namun tidak memungkinkan karena harus membantu orangtua mencari uang. Seharusnya mereka bisa ikut belajar dan bermain dengan teman sepantarannya seperti kalian.”

6. Cara Penyampaian 
Disaat kegiatan belajar mengajar dikelas, mungkin secara tidak sadar Bapak/Ibu pernah mengucapkan kalimat yang membuat siswa tidak nyaman. Jika tidak nyaman, maka rasa malas akan menghantui. Apa pun yang hendak dibicarakan pada siswa, sebaiknya tidak mengintimidasi atau merendahkan diri siswa. Ucapkanlah selalu kata-kata positif meski dalam kondisi marah sekali pun. Hindari amarah yang menggebu-gebu, apalagi sampai menggunakan kekasaran ya.

7. Belum menemukan cara belajar yang tepat 
Setiap orang mempunyai cara belajar yang berbeda-beda, termasuk siswa. Ada yang mudah paham dengan mendengar, lihat gambar, membaca, dan sebagainya. Rasa malas bisa juga muncul karena siswa belajar dengan metode yang kurang sesuai dengan kemampuannya menyerap ilmu. Penting sekali untuk mengedukasi siswa perihal pentingnya mengenal diri masing-masing. Kalau siswa tahu metode belajar seperti apa yang membuat mereka mudah mencerna pelajaran, tentu segalanya jadi lebih mudah. Bapak/Ibu hanya perlu mendampingi sambil terus mendukung.

8. Pacaran 
Maraknya pacaran di kalangan pelajar, bahkan mulai dari usia SD - SMK, hal ini menjadi semacam tren. Fenomena ini sungguh disayangkan. Waktu yang seharusnya bisa dialokasikan untuk belajar, terpakai untuk chat dan telepon dengan sang pacar. Sebaiknya jangan dilarang, karena biasanya semakin dilarang, justru semakin menjadi. Dalam hal ini, Bapak/Ibu bisa mengontrol agar siswa masih dalam batas sewajarnya. Dengan demikian, siswa mampu mengelola waktu, mana yang untuk belajar, mana untuk senang-senang.

9. Fasilitas Berlebihan
Saat ini banyak Orangtua yang memfasilitasi anak dengan berbagai macam kenyamanan. Hal ini dilakukan agar si anak tidak perlu repot melakukan berbagai aktivitasnya. Pada dasarnya tidak salah memberikan fasilitas, asal tahu cara mengelolanya. Jangan sampai karena terbuai fasiltas, siswa malah jadi malas berusaha karena terbiasa mudah mendapatkan apa yang di inginkan. Misalnya diberikan gadget bagus dan mahal. Selain digunakan untuk hiburan, sebaiknya jika dimanfaatkan juga untuk belajar. Sekarang sudah ada latihan soal dan aplikasi belajar online yang bisa memudahkan siswa belajar di mana dan kapan saja. Guru di era kini, sudah harus melek teknologi juga dong.

10. Kurangnya Perhatian 

Saat ini banyak orang yang sibuk dengan pekerjaan dan masalah pribadi, sehingga lupa akan perkembangan belajar anak dirumah ataupun di sekolah. Perhatian Orang Tua adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada objek tertentu (Suryabrata, 2004:14). Sedangkan pendapat lain mengemukakan bahwa perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi yang ditujukan kepada sesuatu atau objek (Walgito,1990:56). Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua adalah kesadaran jiwa orang tua untuk mempedulikan anaknya, terutama dalam memberikan dan memenuhi kebutuhan anaknya baik dalam segi emosi maupun materi

Orang tua berperan sebagai sebagai pembentuk karakter dan pola fikir dan kepribadian anak. Oleh karena itu, keluarga merupakan tempat dimana anak-anaknya pertama kali berkenalan dengan nilai dan norma. Walaupun di dalam keluarga tidak terdapat rumusan kurikulum dan program resmi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, akan tetapi sifat pembelajaran di dalam keluarga sangat potensial dan mendasar.

Bapak/Ibu Guru harus berkoordinasi dengan pihak orangtua siswa agar semua berjalan lancar. Jika siswa berhasil melawan rasa malasnya, jangan ragu untuk berikan apresiasi positif kepadanya.
Mohon komentar dan masukannya kepada penulis agar kedepannya dalam penulisan artikel lebih baik lagi. Terima kasih.


0 Response to "Mengapa Siswa Malas Belajar? Inilah beberapa Penyebab Beserta Solusinya!"

Post a Comment

Silahkan beri komentar yang relevan dan membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel